Usia
anak sekolah dasar merupakan usia saat masa pertumbuhan. Masa pertumbuhan ini
sangat dibutuhkan asupan makanan bergizi. Namun pada kenyataannya, anak usia
sekolah dasar sangat menyukai jajanan. Mereka banyak membeli jajanan di sekolah
dan lingkungan sekitar. Sulitnya menemukan jajanan sehat merupakan kendala bagi
anak sekolah khususnya yang bersekolah di pedesaan. Saat ini jajanan anak
sekolah semakin marak dan beragam. Namun keberagaman jajanan tidak disertai
dengan aspek keamanan dan kandungan gizi seimbang. Melihat kondisi tersebut,
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Barat bekerjasama dengan Dinas
Kesehatan Kabupaten Karawang mengadakan Pelatihan Kader Senior dan Junior
Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah.
Di
Kabupaten Karawang, Pelatihan Kader Senior dan Junior Keamanan Pangan Jajanan
Anak Sekolah diikuti oleh 30 sekolah dasar yang dibagi menjadi 5 wilayah.
Pakisjaya termasuk wilayah 5 dan mengikuti pelatihan di SDN Batujaya II pada
Hari Rabu 26 November 2014. Selain Pakisjaya, 4 sekolah dasar lain yang
mengikuti pelatihan di wilayah 5 adalah SD BPK Penabur Rengasdengklok, SDN
Medangasem IV, SDN Pisangsambo I, dan SDN Batujaya II. SDN yang mewakili daerah
Pakisjaya adalah SDN Tanjung Mekar I. Setiap SD mengirimkan 1 guru UKS, 1 wali murid,
dan 3 siswa/dokter kecil. SDN Tanjung Mekar I mengirimkan perwakilan Guru
Syamsudin, 1 siswa kelas IV, 1 siswa kelas V, 1 siswa kelas VI, dan Sdr.
Syamsudin yang merupakan wali murid dari salah satu siswa yang mengikuti
pelatihan ini.
![]() |
Tim Pencerah Nusantara bersama Guru, Wali Murid, dan Murid SDN Tanjung Mekar I |
Ibu
Neni dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menjelaskan tentang survei yang
sudah dilakukan oleh Dinas dan BPOM. Ibu Neni menjelaskan bahwa survei di
Kabupaten Karawang tahun 2014 ditemukan 28,92% jajanan sekolah (415 sampel)
mengandung bahan kimia formalin (77 sampel), boraks (19 sampel), rhodamin (32
sampel), dan methanil yellow (0 sampel). Kegiatan selanjutnya dibagi menjadi
dua kelas. Di kelas guru dan wali murid, Ibu Diah Mutiara dari BPOM Jawa Barat
menjelaskan tentang peran komunitas sekolah untuk menjamin keamanan pangan di
sekolah, sistem manajemen, dan pembentukan tim keamanan pangan. Kelas siswa
diajak menonton dan memainkan game interaktif tentang keamanan pangan jajanan
anak sekolah. Para siswa juga ditekankan untuk mengetahui dan menerapkan 5
Kunci Keamanan Pangan untuk Anak Sekolah yang terdiri dari: (1) kenali pangan
yang aman; (2) beli pangan yang aman; (3) baca label dengan seksama; (4) jaga
kebersihan; dan (5) catat apa yang ditemui.
![]() |
Kegiatan Pelatihan Keamanan Jajanan Pangan Anak Sekolah |
Saat
mengetahui ada pelatihan ini, Tim Pencerah menawarkan diri untuk ikut danberkoordinasi dengan SDN Tanjung Mekar I. Kami mengikuti pelatihan dari awal
sampai akhir. Kami pun mendapatkan kenalan baru dari Dinas Kesehatan Kabupaten
Karawang yang menangani jajanan sekolah dan BPOM Jawa Barat. Kami berharap
kegiatan ini dapat kami teruskan di SDN Tanjung Mekar I dalam jangka pendek dan
semua SDN di Kecamatan Pakisjaya dalam jangka panjang. Untuk mendukung
keberlangsungan program ini, Tim Pencerah pun melibatkan pemegang program UKS
dari Puskesmas Pakisjaya. Kami berharap kerjasama antar Tim Pencerah dan sektor
terkait lainnya dapat terus ditingkatkan. Kolaborasi sangat kami butuhkan untuk
mencapai suatu kemandirian.
Ns. Mustafidz, S.Kep
@MustafidzZ
Ns. Mustafidz, S.Kep
@MustafidzZ
1 komentar:
Merit Casino | A Scam or a Fair Game? - Deccasino
The Merit Casino 메리트카지노총판 bonus offer choegocasino is generous as the first few deposits can be won via a free spins. 메리트 카지노 Merit casino gives you a chance to win huge jackpots in
Post a Comment