Tuesday, 29 July 2014

Bank Sampah "PAKISJAYA BERSINASR"

Wilayah Kecamatan Pakisjaya adala salah satu kecamatan yang memiliki masalah terkait sampah dan kebersihan lingkungan. Belum tersedianya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan truk pengangkut sampah maka sampah-sampah yang dihasilkan masyarakat hanya dapat dibakar, dikubur atau bahkan dibuang ke sungai atau laut sehingga menimbulkan berbagai masalah. Oleh karena itu karang taruna Fusaka Fortuna yang diinisiasi oleh Tim Pencerah Nusantara menggagas pembentukan Bank Sampah “ PAKISJAYA BERSINAR”. Berinar merupakan singkatan dari “Bersih, Sehat, indah, Asri, dan Ramah.”

Program ini bersifat berkelanjutan dengan memberdayakan pemuda yang ada di kecamatan pakisjaya. Kegiatan ini juga di dukung oleh pemerintah daerah dinas cipta karya dengan bantuan mesin pencacah sampah plastik. Mesin pencacah plastik ini diambil di kantor dinas cipta karya pada tanggal 25 Oktober 2013 yang diambil langsung oleh Tim Pencerah Nusantara bersama anggota Karang Taruna. Alat ini terdiri dari 2 unit, 1 unit berfungsi sebagai pemilah sampah, dan yang satunya berfungsi sebagai pencacah sampah.
Kegiatan ini akan melalui berbagai rangkaian kegiatan, mulai tahap persiapan, sosialisasi, pembentukan pengurus, pelatihan pengelola, launching dengan rangkaian kegiatan lomba tempat sampah kreatif dan lomba mendaur ulang sampah hingga ke tahap pengembangan. Adapun rangkaian kegiatan yang sudah terlaksana sebagai berikut :
1.      Pengambilan alat mesin pencacah sampah di kantor Dinas Cipta Karya. 
2.      Tahap sosialisasi ke tingkat desa dan tingkat kecamatan. Sosialisasi awal tingkat desa dilaksankan pada tanggal 13 November 2013  di Desa Tanjung Pakis, tanggal 20 November 2013 di Desa Solokan. 27 November 2013 di Desa Tanjung Mekar,  Tanggal 4 Desember di desa Teluk Buyung, serta sosialisasi awal tingkat kecamatan pada tanggal 17 Desember 2013 di kantor Kecamatan Pakisjaya.
3. Tahap kegiatan selanjutnya adalah Persiapan berupa pengajuan proposal ke berbagai pihak guna mendapatkan dukungan demi terlaksananya kegiatan ini. Penyusunan proposal ini dilaksanakan sejak tanggal 13-24 Desember 2013. 
 4.      Tahap Survei ke pengepul sampah 
Survei ke pengepul sampah merupakan salah satu rangkain kegiatan dalam rangka mendirikan Bank sampah. Kegiatan yang dilaksanakan  pada tanggal 24 Desember 2013 ini bertujuan untuk mengetahui gambaran awal proses distribusi sampah dari pelapak kecil ke pelapak besar hingga ke pabrik. Di Kecamatan Pakisjaya hanya terdapat 2 pengepul besar yang terletak di Desa Teluk Buyung. Pengepul ini yang nantinya menyetor sampah ke pelapak yang lebih besar di tingkat kabupaten bahkan ke Pabrik. Hasil dari kegiatan ini menjadi dasar dalam membuat perencanaan pemasaran hasil produksi “Bank Sampah”@dhikaaja

Monday, 28 July 2014

Posko Banjir : Pelayanan Kesehatan di Tengah Keresahan Korban Banjir Sungai Citarum


Kecamatan pakisjaya merupakan salah satu kecamatan yang dilalui oleh sungai Citarum, sekaligus menjadi hilir petemuan antara  sungai Citarum dengan laut Jawa. Tiga dusun dari dua desa berada di dalam tanggul penahan sungai Citarum, yaitu dusun Tenjo Jaya dan Tanjung Jaya yang masuk dalam wilayah desa Teluk Buyung serta dusun Balong desa Teluk Jaya

Setiap musim hujan tiba yang mengakibatkan peningkatan debit air Citarum naik maka secara otomatis 3 dusun tersebut terendam banjir, tahun ini musim hujan terjadi pada awal tahun, pada bulan Januari beberapa kali terjadi peningkatan debit air dan pada puncaknya pada tanggal 16 Januari Citarum meluap terjadi banjir dengan ketinggian yan g bervariasi, mulai 50 cm hingga 2,5 meter, beberapa rumah hanya atap rumah yang terlihat, warga yang rumahnya terendam dihimbau untuk mengungsi.

Terdapat banyak lokasi yang menjadi tempat pengungsian antara lain: Kantor Desa Teluk Buyung, sepanjang tanggul, rumah kepala desa Telukjaya dan sebagian kecil lainnya mengungsi ke sanak saudara yang berada di luar tanggul.
Dengan kondisi yang seperti itu kuman penyakit banyak menjangkit para korban banjir, mulai gatal-gatal, kutu air, demam, ISPA, diare, dan penyakit lainnya. Puskesmas membuka posko banjir yang dipusatkan pada PUSTU yang berada tepat di sebelah kantor desa yang juga menjadi tempat pengungsian, kegiatan Posko banjir sebagian besan dengan memberikan pengobatan pada korban banjir, pustu melayani korban banjir 24 jam penuh, 3 shift, melibatkan seluruh pegawai puskesmas dengan system jadwal bergilir. Selain di pustu, juga mengadakan pengobatan keliling, dilaksanakan oleh tim pusling puskesmas Pakisjaya. 

Tim pencerah Nusantara terlibat penuh dalam posko selama banjir terjadi, jaga posko bergantian 24 jam, juga melaksanakan pengobatan gratis bersama puskesmas, di area pengungsian maupun terjun langsung ke area banjir. Air citarum mulai surut, pada tanggal 24 januari posko banjir dibubarkan, pustu kembali pada kegiatan rutin, pelayanan pada pagi hari saja. Terhitung delapan kali air citarum naik sejak posko ditutup, namun air tidak setinggi sebelumnya, hanya berkisar 5 – 10 cm, dan masyarakat memilih bertahan dirumahnya